ORANG TUA WAJIB TAU… APAKAH TULANG PINGGUL BAYI BERKEMBANG NORMAL?

Displasia Pinggul (Developmental Dysplasia of Hip)

Memeriksa pinggul bayi penting dilakukan segera setelah bayi lahir untuk memastikan kondisi pinggulnya berkembang dengan baik. Pasalnya ada kondisi dimana tulang pinggul bayi tidak berkembang dengan normal. Kondisi ini dinamakan Hip Dysplasia yang lebih sering terjadi kepada bayi.

 

Sendi panggul merupakan persambungan antara dua tulang , satu sisi berbentuk seperti bola, sisi lainnya berupa rongga. Pada sendi panggul yang normal, bola berada dalam rongganya. Namun pada kondisi displasia panggul (DDH) bola tersebut berada di luar rongga atau berada di dalam rongga tetapi tidak pas tempatnya. Kondisi ini dialami oleh bayi umumnya tak lama setelah lahir, namun pada sebagian kasus displasia pinggul juga bisa terjadi pada tahun pertama kehidupan anak.

 

Hip Dysplasia atau displasia pangkal paha sebenarnya bisa dilihat pada bayi sejak dilahirkan. Namun pada banyak kasus baru diketahui setelah beberapa waktu. Hip dysplasis atau displasia pangkal paha merupakan kondisi abnormalitas  formasi tulang panggul. Persendian pangkal paha tidak mampu berkembang dengan normal. Kondisi ini mengakibatkan terlepasnya tulang paha dari tulang panggul (pelvis).

 

Faktor resiko pemicu dysplasia :

  • – Anak perempuan
  • – Anak pertama
  • – Faktor keturunan Hip Dysplasia bisa 12 kali lebih berisiko pada bayi yang memiliki orang tua dengan hip dysplasia dulunya
  • – Kelahiran sungsang (posisi lahir terbalik)
  • – Neuromuscular atau persendian lainnya
  • – Cara membedong yang salah

 

Gejala hip dysplasia

  • – Terdengar bunyi asing ketika bayi menggerakan panggulnya
  • – Garis keriput paha dan bokong yang tidak merata
  • – Kedua kaki sangat sulit untuk direntangkan
  • – Bobot tubuh berat sebelah ketika ia duduk
  • – Perbedaan panjang antara dua kaki
  • – Menghindari beban berat
  • – Berjalan jinjit dengan kaki sebelah
  • – Cenderung pincang

 

Penyebab Hip Dysplasia

  • – Posisi menggendong dan bedong yang salah
  • – Bayi yang berada di rahim yang cukup sempit dalam kandungan
  • – Posisi kehamilan sungsang
  • – Anak pertama (diturunkan secara genetik)
  • – Ibu saat hamil mengalami oligohidramnion (air ketuban terlalu sedikit)

Anak dysplasia pinggul membutuhkan perawatan dan alat khusus agar dapat menyamakan kaki dan membetulkan postur pinggul bayi. Perawatan tersebut antara lain :

  1. Pavlik Harness

Merupakan sebuah alat yang dipasang pada bayi di bawah usia 6 bulan. Perangkat ini menumpu kaki bayi dengan posisi pinggul yang membungkuk sehingga lama kelamaan pinggul akan dapat memperoleh posisi normalnya.

  1. Spica Cast

Alat untuk menyeimbangkan posisi pinggang, kaki dan panggul. Bahan yang digunakan alat ini adalah plastik ataupun fiber glass dan dapat digunakan dalam waktu 2-3 bulan. Alat ini digunakan untuk bayi yang usianya lebih dari 6 bulan. Terdapat spasi pada kedua kaki agar dapat memperkuat posisi kaki anak tersebut.

  1. Kawat gigi atau splints

Dapat digunakan sebagai pengganti harness palvik atau spic cor atau mereka dapat digunakan setelah operasi.

  1. Operasi

Dalam beberapa kasus, ini mungkin diperlukan untuk memperbaiki cacat tulang paha atau pinggul. Seorang anak yang memiliki operasi mungkin akan perlu memakai spica yang dilemparkan ke posisi sendai panggul sampai sembuh

  1. Terapi fisik

Seorang anak yang telah di cor spica mungkin perlu melakukan latihan untuk mendapatkan kembali gerakan dan membangun kekuatan otot pada kaki

 

Tahap pengobatan displasia pinggul tergantung dengan usia anak :

  1. Pada usia 0-2 bulan akan dipasang brace khusus, yaitu penyangga yang terbuat dari bahan logam untuk mempertahankan pinggul dan sendi sendinya agar berada dalam posisi tepat
  2. Usia 2-6 bulan pengobatan dengan alat yang sama, namun dengan digunakan lebih lama
  3. Reposisi, jika setelah itu posisi panggul belum normal usia 6 bulan – usia 2 tahun. Reposisi merupakan tindakan dokter menggunakan tangan, secara manual menarik /  mendorong sendi pinggul sampaisampai sendi tersebut berada dalam posisi normal
  4. Operasi, jika reposisi tidak berhasil. Usia 2 tahun – keatas

Operasi dilakukan dengan membuat sayatan kulit di daerah pinggul sampai tulang dan sendi terlihat jelas, lalu diperbaiki posisinya, dilanjutkan dengan pemasangan alat sejenis gips (spica cast) untuk menjaga sendi pinggul tetap stabil.

 

Pencegahan

  1. Sebaiknya dipastikan apakah ibu mengalami penyulit kehamilan seperti kehamilan sungsang atau oligohidramnion. Jika ada mka konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai cara melahirkan dan cara mendeteksi dini displasia pinggul pada bayi.
  2. Hal lain yang dapat dilakukan dengan membedong bayi secara benar. Sebenarnya membedong bayi tak harus dilakukan. Tetapi jika memang mau maka hindari membedong terlalu ketat dan hindari memaksa kaki anak agar lurus saat dibedong.

Author Info

RS Orthopaedi Purwokerto

No Comments

Post a Comment