Obat, Ada Kadaluarsanya !

Tahukah anda, apa yang dimaksud Tanggal Kadaluarsa Obat…? Tanggal Kadaluarsa Obat adalah tanggal yang ditetapkan oleh produsen suatu produk, bahwa sampai tanggal tersebut produsen bertanggung jawab penuh atas keamanan dan kualitas dari produk tersebut. Selebihnya… jika terjadi hal yang tidak diinginkan saat pemakaian setelah kedaluarsa, bukan lagi menjadi tanggung jawab produsen.

Atau… tanggal kadaluarsa adalah tanggal yang dicantumkan pada masing-masing wadah produk obat (umumnya pada penandaan), yang menyatakan sampai dengan tanggal tersebut jika produk tersebut disimpan dengan benar, maka produk diharapkan tetap memenuhi spesifikasi standar mutu yang disyaratkan.

Kebanyakan orang sekarang ini tidak begitu perduli dengan tanda expire atau tanggal kadaluarsa dari produk-produk yang akan dibeli atau yang telah dibeli, baik itu berupa produk yang bersifat primer atau pun sekunder. Padahal… dengan kita memperhatikan tanda expired atau tanggal kadaluarsa tersebut, kita akan terhindar dari berbagai kerugian, seperti daya tahan tubuh kita menjadi menurun dikarenakan keracunan produk yang yang sudah kedaluarsa, hal ini dapat terjadi, dikarenakan kita tidak mengamati dengan jelas kapan produk tersebut tidak layak kita konsumsi lagi atau sudah kadaluarsa atau expired.

Umumnya… tanggal kadaluarsa ditulis 2 hingga 3 tahun sejak obat dikemas. Dengan pencantuman tanggal kadaluarsa berarti pabrik pembuatnya menjamin bahwa hingga tanggal tersebut obat masih terjaga potensi dan keamanannya bila digunakan. Jaminan ini berlaku selama obat masih berada dalam kemasannya dan disimpan dalam kondisi normal.

Dengan kita memperhatikan masa kadaluarsa suatu produk obat, hal ini sangat penting untuk menghindari dikonsumsinya suatu produk yang sebenarnya sudak tidak layak dikonsumsi. Kemungkinan-kemungkjinan yang dapat terjadi pada produk obat yang sudah kadaluarsa dimana kadar obat sudah tidak berada dalam rentang yang dipersyaratkan untuk penggunaannya, antara lain dapat menyebabkan obat tersebut tidak bekerja optimal atau mungkin toksik (keracunan). Hal ini akan sangat berbahaya seperti untuk obat-obat jenis antibakteri, antihipertensi, antidiabet. Tidak optimalnya kerja obat disebabkan oleh turunnya kadar atau potensi obat, dapat memberikan dampak yang sangat luas, seperti dapat mengancam pada keselamatan jiwa, mengacaukan diagnose penyakit, menimbulkan atau meningkatkan kasus resistensi (untuk antibiotik).

Obat kadaluarsa dapat menimbulkan berbagai efek selain efek yang tidak dikehendaki. Efek utama obat kadaluarsa menjadi berkurang atau bahkan tidak ada lagi, sehingga tidak sesuai lagi dengan pengertian obat itu sendiri. Selain kadaluarsa kita  perlu  mengenali juga tanda-tanda obat rusak, dimungkinkan obat kadaluarsa terjadi karena sudah expire date sesuai yang tercantum dalam kemasan tetapi obat tersebut kadaluarsa karena rusak.

Tanda-tanda obat rusak tergantung dari bentuk sediaannya. Berikut tanda-tanda obat rusak berdasarkan masing-masing bentuk sediaainnya :

1.Padat : Tablet, kapsul, pil dan serbuk.

Umumnya mengalami perubahan berupa perubahan warna, bau, rasa dan bentuknya.

  • Tablet dan Pil :

-Terjadinya perubahan warna, bau atau rasa

-Kerusakan berupa noda, berbintk-bintik, lubang, sumbing, pecah, retak dan atau terdapat benda asing, jadi bubuk dan lembab

-Kaleng atau botol wadah tablet/pil rusak.

-Beberapa jenis tablet/pil ada yang basah atau lengket satu dengan yang lainnya

  • Kapsul :

-Perubahan warna cangkang dan isi kapsul

-Kapsul terbuka, kosong, rusak atau melekat satu sama lain.

2.Semisolid : Salep, krim, pasta dan jeli.

Umumnya mengalami perubahan karena dipengaruhi oleh panas. Salep dan krim berubah konsistensinya dan dapat menjadi terpisah-pisah, baud an viskositasnya (kekentalan) berubah, melembut, kehilangan komponen airnya, tidak homogen lagi, penyebaran ukuran dan bentuk partikel tidak merata serta pHnya berubah.

3.Cair : Eliksi (sirup jernih, sirup, emulsi dan suspense oral.

Umumnya dipengaruhi oleh panas. Perubahannya dalam hal warna, konsistensi, ph, kelarutan dan viskositas (kekentalan). Bentuk sediaan cair menjadi tidak homogen. Terdapat partikel-partikel kecil yang mengambang ada obat cair, namun hal ini normal pada bentuk suspense. Bau dan rasa obat berubah menjadi tajam.

4.Steril : Obat suntik, tetes mata dan tetes telinga.

Cepat rusak bila terkena sinar matahari. Perubahannya dalam hal warna, konsistensi, terkontaminasi.

5.Gas : oksigen, aerosol.

Mengalami kebocoran, kontaminasi partikelnya, fungsi tabung rusak dan berat berkurang. Jika diukur dosisnya maka kan berada perbedaan dosis.

Semoga informasi yang kami berikan dapat bermanfaat. Apabila terdapat pertanyaan mengenai obat, dapat menghubungi instalasi farmasi RSOP di nomor telephone RSOP (0281) 6844166 atau melalui email : rsop4all@rsop.co.id. (Rini)

Author Info

RSOP

RSOP

No Comments

Post a Comment