Congenital Talipes Equinovarus (Clubfoot) adalah salah satu kelainan bawaan pada kaki yang terpenting. Kelainan yang terjadi pada Clubfoot adalah : equinus pada tumit, seluruh hindfoot varus, serta midfoot dan forefoot aduksi dan supinasi. Derajat kelainan mulai dari ringan, sedang atau berat yang dilihat dari rigiditasnya atau resistensinya, dan dari penampilannya. Pengenalan dan penanganan secara dini pada clubfoot sangat penting dimana “Golden Period” untuk terapi adalah tiga minggu setelah lahir, karena pada umur kurang dari tiga minggu ligamen-ligamen pada kaki masih lentur sehingga masih dapat dimanipulasi.
Angka kejadiannya bervariasi terhadap ras dan jenis kelamin. Pada Caucasian frekwensinya 1,2/1000 kelahiran, dengan perbandingan laki-laki : perempuan = 2 : 1. Kejadian terkena bilateral sekitar 50% dari kasus. Sisi kanan sedikit lebih banyak dari kiri. Faktor genetik hanya memegang peranan sekitar 10%, sisanya merupakan kejadian yang pertama kali didalam keluarga. Bila orang tua terkena maka kemungkinan anaknya akan terkena 30%.
Gambaran klinik clubfoot sangat karakteristik, kaki dan tungkai bawah seperti tongkat (clublike). Bila keadaan ini datang terlambat untuk dikoreksi, maka keadaan kontraktur akan lebih parah dan akan lebih kaku, anak akan berjalan pada sisi kaki lateral dan pada malleolus lateralis. Anak tersebut bila berjalan akan terasa sakit dan terbentuk bursa dengan cepat.
CTEV harus dibedakan dengan “postural clubfoot”. Pada postural clubfoot kelainannya minimal dan dapat direposisi ke posisi normal dengan mudah oleh manipulasi pasif. Beberapa penyakit lain yang mirip juga perlu dibedakan, seperti pada agenesis atau hipoplasia tibia dan dislokasi sendi ankle bawaan, clubfoot yang didapat serta paralytic disease. Paralytic clubfoot tampak pada myelomeningocele, tumor intraspinal, diastematomyelia, poliomyelitis, progressive musculorum atrophy tipe distal, dan Guillain-Bare disease. Pada clubfoot harus dicari pula kelainan kongenital yang lain yang sering pula menyertai.
Pemeriksaan radiologis penting untuk mengetahui derajat subluksasi dari sendi talocalcaneonaviculare dan berat ringannya kelainan sebelum melakukan terapi. Manfaatnya adalah untuk pegangan melakukan terapi non operatif, untuk menentukan keberhasilan terapi, baik operatif maupun non operatif.
RSOP membuka pelayanan Klinik CTEV yang khusus melayani pasien penderita CTEV dengan diagnosis dan terapi yang komprehensif. Terapi mencakup terapi konservatif (non operatif) dan operatif. Petugas kami akan menjelaskan urutan pelayanan yang diberikan pada klinik ini, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan hingga tahapan terapinya.
Klinik CTEV adalah satu dari beberapa pelayanan terpadu di RSOP yang didukung oleh dokter, perawat, fisioterapis dan ortotis yang kompeten dan berpengalaman di bidang diagnosis dan terapi CTEV.