The Inspire Man, dr.Iman Solichin, Sp.OT Spine

DSC_6556

Anda pernah menyaksikan film berjudul Patch Adams? Film yang diangkat dari kisah nyata seorang dokter di Amerika Serikat, bernama Hunter Doherty “Patch” Adams, M.D yang berani merubah kesan ‘menyeramkan’ sebagian besar orang dalam melihat dunia kedokteran menjadi kebersahabatan dan kehangatan antara orang-orang rumah sakit, pasien, keluarga dan rekan pasien. Ternyata figur seperti ‘Patch Adams’ tak hanya ada di belahan bumi luar sana, di sekitar kita, ada yang memiliki semangat yang sama. Beliau tiada lain dr. Iman Solichin. Pria kelahiran Bandung ini menginisiasi dan mencipta karya besar sebuah rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang menangani tulang belakang, di bawah payung bernama Rumah Sakit Orthopedi Purwokerto (RSOP).

DSC_6556

 

Berkunjung ke rumah sakit ini, anda tidak akan menemukan karakter  rumah sakit yang menyeramkan, namun justru akan disajikan landscape yang penuh nuansa estetis.  Bagaimana tidak? Kebun yang luas dihiasi saung-saung tradisional menjadi trademark rumah sakit ini. Tak hanya konsep tradisional, sentuhan modernitas pun menjadi menu layouting rumah sakit ini. Tengoklah di salah satu titiknya terpajang sexy dua motor gede yang sangat eye cathing. Maklum dr. Iman ini memiliki hobi touring, hampir di setiap sudut ruangan terpampang foto-foto sang empunya yang sedang jalan-jalan berkeliling dengan motor gedenya  menyelusuri indahnya ciptaan Tuhan. Memang, Layout ini sengaja diciptakan dr. Iman untuk memberikan sentuhan edukasi kepada para pengunjung, ruang kesehatan pun bisa menjadi tempat yang menghibur. Mirip apa yang diucapkan Patch “Membantu dan membuat orang lain senang dapat membuat anda melupakan masalah anda sendiri.” Semakin kita banyak membantu orang, semakin kita ‘terbebas’ dari liku permasalahan.

 GDGback

Karya dedikasi untuk Masyarakat Banyumas dan Indonesia

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

GEDUNGgabung2

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

taman

 

Menilisik lebih jauh, yang menarik dari karya besar ini adalah kepiawaian beliau dalam mengatur dan mengeset rumah sakit sedemikian rupa sehingga tampilan tak lagi seperti rumah sakit pada umumnya. Kepiawaiannya ini tiada lain didorong oleh semangat dan mimpi besarnya yang ingin memberikan kesenangan bagi orang lain.

 

Tema yang diusung dr. Iman untuk cipta karyanya ini ialah edutainment, yaitu perpaduan sisi edukasi dan juga entertainment yang terwujud dengan pola komunikasi nan ramah dan informatif antara orang-orang di rumah sakit, baik itu dokter, perawat ataupun karyawan, dengan para pasien ataupun masyarakat. Bahasa lainnya tidak ada tempat untuk orang judes di gedung RSOP ini. Namun bila ditanya konsep gaya interior yang digunakan rumah sakit, beliau bingung membahasakannya. “Saya ga tau terorinya  bagaimana, konsepnya campur aduk saja,” ujarnya sambil gelak tawa. Namun itulah asyiknya, karena ini menyoal olah rasa. Instuisi dr. Iman berkembang dengan sendirinya. Merangkai sisi hobi dan nilai-nilai estetika menjadi satu paduan yang menarik.

 

Menggali Inspirasi dari Inspire Man

cetak 4

Masa muda, masa berapi-api

Di salah satu sudut ruang informasi rumah sakit ini terpampang jelas prasasti berisi tulisan hasil refleksi  dr. Iman berjudul The Inspire Man. Bagi beliau tulisan ini merupakan kristalisasi kehidupan dan bagaimana memaknainya. The Inspire Manmerupakan sajak yang indah tentang pemaknaan rasa terimakasih kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan kepada semua insan. Dan menariknya, The Insipire Man ini diwujudkan menjadi misi-misi dalam segala aktivitas yang dilakukan di gedung RSOP ini.

 

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini selalu berupaya memberikan detail inspirasi bagi orang-orang yang ada di sekitarnya, semangat the inspire man ini pun beliau coba sebarkan kepada para karyawannya. “Saya selalu mengajak mereka untuk berpikir tentang prinsip-prinsip hidup dan jiwa dari inspire man,” ucapnya. Secara perlahan tapi pasti para karyawan pun mulai bisa memahami visi besar sang dokter. Imbas dari inspirasi-inspirasi yang mulai menginternalisasi  ini terciptanya atmosfer kekeluargaan di antar lini. Situasi yang indah, ketika sang pemimpin berdiri di garda depan memberikan arahan sembari memberikan contoh.

 

 cetak 9

Ketika mencari ilmu ke Negeri Paman Sam

Beliau pun menegaskan karya besarnya ini bukanlah tempat untuk mencari materialitas duniawi, namun justru sebagai proses menemukan makna hidup. Adapun ihkwal materialitas adalah imbas kecil dari karya yang diciptakannya, bukan tujuan. Karena lewat karyanya ini, dr. Iman terus mengaktualisasikan segala potensi kepedulian sosialnya. Melalui Ruang bernama RSOP ini, ia jadikan sebagai arena kebaikan. Ketika ada di antara saudara yang terkena musibah, ruang ini berupaya menolong mereka dengan pelayanan yang baik dan menyenangkan. Kemudian lisan-lisan sang pasien berterimakasih, disitulah terakumluasi doa kebaikan bagi para penghuni RSOP. Inilah yang menjadi benih spirit dalam menyebarkan kebaikan di lingkungan RSOP. Begitulah, dari cita-cita sederhana ingin menyenangkan orang lain, karya ini dibangun.

 

Secara perlahan jiwa entrepreneur mulai merasuki pikiran-pikiran cemerlang sang dokter. Inti keenterpreneuran bagi lelaki yang tinggal di Perumahan Bancar Kembar ini yaitu tentang bagaimana memikirkan orang lain dan memberikan kemanfaatan seluas-luasnya.  Itulah yang menjadi menu keseharian olah pikirnya. Sesuatu yang menarik, bukan? Bukan lagi diri sendiri tapi juga orang lain. Kemudian yang tak kalah penting, spirit entrepreneur bisa merangsang orang untuk bebas dalam berpikir dan berkarya, itulah hal yang paling disukai ayah beranak lima ini. Tak perlu takut dengan penilaian orang, biarlah perjuangan hidup terus melaju. Karena dengan sendirinya penilaian nan objektif akan tampak. Seperti yang diujarkannya, “Jangan takut untuk bermimpi, tak perlu menghiraukan cemoohan orang, semua halangan, rintangan, dan orang-orang yang tidak setuju dengan kita. Selama kita punya niat yang baik dan kita yakini, lakukanlah!”

 

 

65

Keluarga Tercinta

keluarga doi

 

Bukan dr. Iman jika tak memiliki perjuangan filosofis dalam hidupnya. Setiap gerak bibir, lekuk tangan, dan pijakan kaki langkahnya selalu berlandas pada  nilai yang diyakininya itu. Bagi sang dokter 100% adalah akumulasi dari 99% proses yang diberikan oleh Tuhan dan 1% adalah takdir jawaban dari Tuhan itu sendiri yang menjadikan sesuatu semakin sempurna. Beliau mengajak orang untuk setia dalam proses 99-nya. Biarlah langkah-langkah terus dipijak, lelah dalam perjalanan adalah hal biasa, sesekali terjatuh malah kemudian jadi penyemangat untuk berdiri dan melanjutkan perjalanan dengan berlari sambil menunggu 1% dari sang Kuasa. Filisofi hidup yang bila didalami begitu menyentuh spirit kehidupan untuk tidak pantang menyerah. Begitulah nafas dr. Iman.

 

Peresapan dari The Inspire Man beliau terjemahkan dalam rangkaian ‘pikiran-believe-perilaku’ yang di antara ketiganya tidak boleh terputus. Antara pikiran-kepercayaan dan perilaku harus sejalan dan seirama. Hal ini menunjukan konsistensi seseorang dalam usaha mewujudkan cita-citanya.

 

Dari The Inspire Man untuk Indonesia

Selain sosoknya yang memang eksentrik, pemikiran dan perjalanan hidupnya pun sangat visioner. Bukan untuk diri sendiri melainkan untuk bangsa tercinta. Di sudut RSOP yang lain terpampang prasasti yang mengugah, “Karya ini didedikasikan untuk keluarga, masyarakat Banyumas dan Indonesia”. Kata-kata tersebut menjadi pemicu dr. Iman untuk terus berjuang melebarkan sayap manfaat bagi orang lain. Terkadang beliau masih bertanya-tanya, apakah yang dibangunnya ini mimpi atau bukan, karena di luar dugaan para pengunjung yang datang ke RSOP ini tidak hanya masyarakat sekitar, namun juga tidak sedikit pasien dari luar Pulau Jawa sengaja datang jauh-jauh ke Purwokerto. Bahkan kini RSOP menjadi rujukan rumah sakit bagi perusahaan besar yang ada di Indonesia Timur sana. Bak bola salju, menggelinding dan semakin besarlah kemanfaatan dari karya ini. Hal ini yang kembali mematik semangat untuk mencipta karya yang serupa di daerah lain.

 

Tak ada yang mustahil dari kehidupan ini, secara matematis, dr. Iman pun sesaat selalu bertanya-tanya tentang karyanya ini, mimpi atau bukan. Apakah benar rumah sakit yang kini menjadi rumah keduanya dan menjadi tempat perenungan kehidupannya saat malam hari bukanlah mimpi. Namun bila membaca lembaran-lembaran sebelumnya, memang inilah hasil dari proses yang panjang penuh perjuangan dan tentunya selalu ada intervensi anugerah Tuhan di dalamnya.

 

Seperti yang selalu diucapkannya, karya besar ini belumlah tuntas, beliau terus akan mencari dan menguak rahasia alam yang dihadapinya. Sang dokter akan terus menggali rahasia kehidupan untuk berkarya. Sungguh inspirasi yang luar biasa. Sarat pembelajaran yang bisa kita baca dan renungkan.

 

THE INSPIRE MAN

  

HIDUP INI INDAH

HIDUP INI SEDERHANA

HIDUP INI HANYA MENJALANI WAKTU YANG CUMA 24 JAM

HIDUP INI HANYA PROSES MENUNGGU KEMATIAN

 

ITULAH RAHASIA TUHAN YANG HARUS DI JAWAB OLEH MANUSIA

TUHAN MENCIPTAKAN MANUSIA DENGAN DIBERIKAN KELEBIHAN AKAL

TUHAN SANGAT MENYUKAI ORANG YANG BERAKAL DAN BERTAQWA

TUHAN MENJADIKAN MANUSIA KHALIFAH DI MUKA BUMI INI

TUHAN LEBIH MEMPERCAYAI MANUSIA DARIPADA MALAIKAT DAN SETAN UNTUK MENGELOLA BUMI INI ………………..

AKANKAH KITA SIA – SIAKAN KEPERCAYAAN TUHAN KEPADA KITA ???

 

KESEMPATAN DATANG HANYA SEKALI

DETIK, MENIT, JAM BERLALU DENGAN PASTI MELAHAP HARI

HARI BERGANTI MINGGU BEGITU CEPAT, TANPA TERASA BULAN BERLALU MENUJU TAHUN.

 

APA YANG SUDAH ENGKAU BERIKAN KEPADA ALAM SEMESTA INI…?

TUHAN HANYA MEMBERIKAN SATU LARANGAN KEPADA KITA

“JANGAN SEKUTUKAN AKU”

 

TUHAN MEMBERIKAN “KEBEBASAN” KEPADA MANUSIA

UNTUK MEMILIH  JALAN HIDUP MASING – MASING.

 

MAMPUKAH KITA MEMAKNAI HIDUP INI….??

JAWABANNYA ADA PADA PIKIRAN, KEYAKINAN DAN PERILAKU KITA.

 

SEMOGA ENGKAU JADIKAN AKU ORANG  YANG BERIMAN, BERAKAL & BERTAQWA , SERTA SEMOGA ENGKAU   JADIKAN AKU ORANG YANG BERMANFAAT BUAT DIRIKU, KELUARGAKU DAN SESAMAKU.

 

TERIMA KASIH TUHAN…………

      Dr Iman Solichin, SpOT, Spine

 

 

Akhirnya, seperti yang tertuang dalam salah satu bait sajak The Inspire Man, semua manusia diberi oleh Tuhan kesempatan waktu yang sama 24 jam sehari, bila dr. Iman bisa, kita pun semua pasti bisa mencipta karya juga tapi tentunya yang berbeda. Siapkah?

Hasil modifikasi dan penambahan materi dari berbagai sumber:

http://rsop.co.id

http://www.sisehat.com

Selamat Ulang Tahun dr. Iman Solichin, Sang Inspire Man

176271_original

 

DSC_6556

 

 

SELAMAT ULANG TAHUN KEPADA DR. IMAN SOLICHIN SP.OT, SPINE
SEMOGA PANJANG UMUR DAN BISA TETAP BERKREASI.
VIVA RSOP

Lowongan Pekerjaan Staff IT (Information & Technology)

RSOP membuka lowongan untuk staff IT dengan kriteria sebagai berikut :

  • — Menyukai bidang IT
  • — Menguasai dan memiliki pemahaman yang baik tentang .NET language (VB.NET / C#)
  •  Dapat membuat laporan dengan Crystal Report
  •  Menguasai dan memiliki pemahaman yang baik tentang SQL SERVER Database
  •  Pemahamanan tentang pemograman web dengan PHP, MySQL, CMS, pengetahuan jaringan merupakan nilai tambah tapi  tidak menjadi keharusan
  • — Dapat membahasakan alur kegiatan menjadi dasar pembuatan program
  •  Memiliki pengalaman minimal 1(satu) tahun dalam membuat suatu aplikasi, seperti : Project Pribadi,Kerja Praktek, dll

Lamaran bisa dikirim via pos ke alamat : Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto, Jl. Soepardjo Roestam No.99 Purwokerto

atau dikirim ke alamat email [email protected]

 

Lowongan Pekerjaan ASISTEN APOTEKER

Dibutuhkan Segera

ASISTEN APOTEKER

  • Lulusan D3 Farmasi
  • Menguasai computer, Microsoft Office 2007, Microsoft Excel 2007
  • Bersedia kerja shift 24 jam
  • Pria / Wanita, berbadan sehat jasmani dan rohani, usia maks. 25 tahun
  • Berdomisili di Purwokerto dan sekitarnya
  • Menyukai tantangan, pekerja keras, sanggup bekerja dalam tim.
Skysa App Bar